PERJALANAN HIDUP : Rencana Tuhan melalui Ruang Berbagi Ilmu 2017 (RUBI)

2 Comments

November adalah bulan dimana momen tahunan berulang, ya memang tak sama ceritanya. Tapi selalu ada kisah-kisah baru yang hadir dan mengambil peran untuk hidup saya.

Ruang Berbagi Ilmu (Rubi) menjadi babak baru dalam cerita perjalanan saya di November 2017. Keluarga yang tercipta dari rangkaian orang-orang yang rela andil memberi waktu, ruang dan uang untuk pendidikan dibagian negeri Indonesia. Ini adalah hadiah terbaik saya di penghujung tahun 2017 lalu. 

Rasanya kayak mimpi ketika menerima email bahwa saya lolos dan menjadi bagian dalam Ruang berbagi ilmu 2017 dengan penempatan di Alor - Nusa Tenggara Timur. Saat itu saya gak bisa bohongin diri saya kalau saya terharu, excited dan bersyukur untuk awal itu.

Menjadi relawan adalah hal yang selalu ingin saya lakukan sejak dulu. Tapi niat dan waktu selalu menjadi penghalang saya dalam setiap keadaan, tapi saya selalu percaya Tuhan akan beri kesempatan itu buat saya “pada saatnya”.

Sejak menjadi bagian dari Kelas Inspirasi Batam ke 8 pertengahan bulan di 2017 tahun lalu. Sejak itu saya memutuskan ingin memberi hati dan waktu saya untuk orang lain, memberikan kebahagiaan semampu yang saya bisa.

Kecintaan saya terhadap travelling membuat saya ingin memaknai apa itu perjalanan yang sebenarnya. Perjalanan yang berbeda dari sebelum nya, membuat saya merasa berarti, berarti bukan hanya untuk saya tapi juga orang lain. Kayaknya itu lebih baik untuk proses perjalanan hidup saya, yang sampai saat ini saya belum tau akan berhenti dimana.


Awal Perjalanan

Tidak kenal siapapun saat itu, bermodal nekat dan percaya semuanya akan baik-baik saja. Rasanya saya iri dengan mereka yang lebih dulu terbuka matanya, terbuka pikirannya untuk berbagi dan turun langsung, salah satunya memikirkan cara bergerak untuk pendidikan di Indonesia.

Saya pernah berfikir lama dan mengutuk diri saya bahwa saya bukanlah apa-apa? tidak bisa melakukan apa-apa? merasakan titik terbawah dalam hidup ketika teman-teman seusia saya menikah dan berbahagia. Saya sempat berfikir, Apalagi rencana Tuhan untuk saya?

Memutuskan meninggalkan kota kelahiran saya, kota yang membesarkan saya, kota yang mengajarkan saya tentang berjuang selama 25 tahun. Menjalani hidup yang baru dikota yang benar-benar baru saya kenal, menyesuaikan dan yakin “Ini bagian dari rencana Tuhan”.

“Pergi kadang bukan hanya tentang pelarian, tapi perjalanan baru. @Aychoty-22.20. kamar kontrakan, Cilegon”

#Bagian1

You may also like

2 komentar:

  1. jadi pengen juga membagi ilmu

    BalasHapus
  2. Wah kece kakak ini. Gimana caranya ikutan program itu kak? Pengen juga!

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomen ria disini