Jelajah 7 Wonders of Banten : Wisata budaya ke Baduy Luar dalam sehari

17 Comments


Jalan-jalan adalah obat terbaik ketika semua orang mulai bosan dengan rutinitas harian nya, contohnya kayak saya. Sampai akhirnya saya hidup di Banten dan menjadi bagian dari kota ini mau tidak mau saya harus memulai explore wisata kota ini. Yapp, Baduy adalah salah satunya.

Menjadi bagian dari 7 Wonders of Banten membuat Baduy masuk di daftar piknik cantik saya. Apalagi suku baduy adalah salah satu suku yang wajib kamu kenal kalau kamu mau mengenal Banten lebih jauh. Eakkk


Di Banten, kalian bisa menemui suku Baduy di alam pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak-Banten. Deket juga dengan Rangkasbitung. Suku Baduy ini terbagi 2 golongan, ada Baduy Luar dan Baduy Dalem. 

Perbedaan dari suku baduy ini bisa dilihat dari pakaian yang digunakan, kalau suku baduy luar memakai pakaian warna hitam dengan ikat kepala berwarna biru. Sedangkan suku baduy dalam memakai pakaian dan ikat kepala berwarna putih.  

Suku Baduy Luar dan Baduy Dalam

Suku Baduy itu awalnya merupakan sebutan dari penduduk luar kepada kelompok masyarakat itu. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia penulisan yang paling tepat adalah “Badui” bukan “Baduy”, tapi karena terbiasa orang menyebutnya Baduy. Tapi orang Baduy sendiri lebih suka disebut dengan “Urang Kanekes” .

Bahasa yang digunakan oleh suku Baduy
Baduy luar dan Baduy dalam memiliki beberapa perbedaan yang lumayan ketara. walaupun mereka menggunakan dialek bahasa yang sama yaitu bahasa sunda Banten. Tapi cara pelafalan yang digunakan memiliki ciri khas sehingga untuk orang sunda diluar Banten bisa menebaknya. 

Tapi umumnya, suku baduy luar sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan bahasa di kampung baduy itu sendiri. Berbeda dengan suku baduy dalam yang tertutup dan masih belum terpengaruh dengan pergaulan dari luar.


Anak-anak suku baduy luar lagi bersantai

Cara kesana 
Perjalanan kita lakukan pagi sekali dari kota Cilegon. Kira-kira kita start jam 8/9 pagi gitu. Perjalanan dari kota Cilegon  menuju Rangkasbitung kira-kira membutuhkan waktu 2-3 jam an pake mobil pribadi. Ya itu spare waktu pake acara nyasar dulu ya, apalagi kita cuman bermodal gmaps. hi hi hi
Kira kira kita sampe di Ciboleger jam 11.30 siang, kita menyempatkan sholat dzuhur terlebih dahulu dan baru melanjutkan ke perkampungan baduy luar dengan jalan kaki. 

Patung Selamat Datang ketika sampai Ciboleger

Note : Untuk piknikers yang berada di luar kota, bisa memanfaatkan bus-bus dengan tujuan Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung juga kalian harus melanjutkan perjalanan ke Ciboleger juga, bisa menggunakan ojek. Tapi untuk kalian yang belum tau daerah Banten, saya sarankan menggukan Travel menuju kesini. Alasannya apabila pulang terlalu sore tidak kelabakan transport ke Rangkasbitung.

Perkampungan Suku Baduy Luar

Sehari mengenal Baduy Luar
Kita cuman punya waktu sehari untuk ke Baduy. Apakah bisa?

: Jawaban nya bisa sekali. 

Betewe, Baduy ini akses wisatanya udah bagus cuy. Wisata yang udh tertata, sebagai wisatawan kita gak perlu bingung untuk beli buah tangan. Banyakkkk yang dagang apa aja, Palugada kalo kata saya mah. 

Berhubung waktu udah terlalu siang, dan kita gak punya rencana nginep juga. Jadi daripada kita nyasar jalan sendirian gak jelas, kita memutuskan menyewa pemandu local yang tinggal di area luar. Setelah bernego harga akhirnya terpilih lah abang-abang ini yang katanya biasa membawa tamu ke dalam keliling baduy luar. Sejujurnya saya pengen banget di pandu langsung sama orang baduy nya, tapi karena takut terkendala bahasa akhirnya kita memutuskan dengan abang ini aja- Tarif 100-200 ribu. Maaf ya bang, nama abang siapa? dek choty lupa bang.
Alasan kenapa kita menggunakan pemandu local juga karena di perkampungan baduy ada adat istiadat dan pantangan yang harus di patuhi oleh semua yang masuk kesana, termasuk wisatawan.

Gak pake prepare-prepare an, saya berfikir kalau explore Baduy luar pastilah tidak capek. Karena judulnya aja luar ya kan? sampai saya pakai baju ala-ala yang menurut saya gak cocok sama sekali dipake kesana, ini Baduy mbak bukan Mall. ha ha ha

Memulai masuk perkampungan dengan berjalan kaki hampir 2 jam, naik kemudian turun naik bukit, naik lagi kemudian turun naik bukit lagi. Bikin berat badan turun dalam hitungan menit #lebay. Jujur, lumayan jauh. Untung nya saya emang terbiasa jalan, malah terbiasa jalan cepat sampai yang lainnya ketinggalan di belakang. ha ha ha

Perkampungan Baduy dan saya
Pemandangan yang saya dapat cukup mengobati lelah , alam dan budayanya satu kesatuan ketika kita berwisata ke baduy. Apalagi ketika dijalan beberapa kali ketemu orang baduy yang lagi bekerja sebagai porter untuk tamu-tamunya, tanpa alas kaki memanggul tas carrier. Kata pemandu kita, sejak wisata Baduy mulai rame didatangi wisatawan mereka mulai menambah penghasilan dengan membawa barang-barang tamu yang berencana menginap di Baduy.

Cara pembuatan kain baduy

Alat musik tradisional di Baduy
Total waktu yang kita tempuh berjalan kaki ke Baduy luar pulang pergi adalah 4 jam. Kira-kira kita sampai luar lagi itu jam 16.30 sore. 

Untuk mengenal Suku Baduy terperinci, saya rasa cukup kurang kalau hanya sehari saja. Apalagi buat piknikers yang suka banget  wisata alam include budaya kayak gini. Jadi tim Travel Bintan Kepri udah bisa mampir ke Banten dan explore dalam sehari loh. 

Tapi untuk menambah wawasan dan lari dari aktivitas kerja, bisalah memanfaatkan waktu berwisata budaya ke salah satu 7 Wonders of Banten ini di waktu weekend.

Ciamik dan menarik.
Oh ya, jangan lupa membeli madu asli dari kampung baduy ya, murah loh cuman 125.000 rupiah. he he
Dapetnya satu botol sirup 😍

You may also like

17 komentar:

  1. wah keren banget ya kak ... wisata kampung baduy ... jadi pengen kesana jadi nya

    BalasHapus
  2. wow.
    keren bisa sampai kesni.
    selama ini mikir suku baduy itu menutup diri.

    wah.
    bisa jadi alternatif berpetualang nih.

    BalasHapus
  3. Nah ini, tipe jalan-jalan yang eike suka, tapi udah jarang (pake banget) dilakuin.

    Mudah-mudahan next time.

    BalasHapus
  4. Nah, perlu dibikin Enjoy Badui apa ya... Hemm

    BalasHapus
  5. badui deket dari lampung tapi nistanya gua belum ke sana karena mikirnya ah deket nanti aja

    BalasHapus
  6. wahhh.. bagus banget ternyata baduy masih asli banget yah...

    BalasHapus
  7. Kalao abg main ke Banten jgn lupa ajak jalan ketempat2 ini ya dek

    BalasHapus
  8. semoga suatu saat nanti bisa eksplor badui..

    BalasHapus
  9. pengen kesini, kepulauan seribu tapi ya ntar aja deh kalo list yang lain udah di isi

    BalasHapus
  10. Saya sangat suka dan salute dgn badui yang begitu memegang teguh prinsip local value... Budaya jalan kakinya itu loh, luar biasa.... Beruntungnya Chott da sampai sana....

    BalasHapus
  11. Negeri impian aku. Karena berkunjung ke Baduy seakan ziarah mengunjngi nenek moyangku zaman dahulu :D

    BalasHapus
  12. selalu penasaran dengan suku baduy ini, dulu sewaktu kecil nonton mereka di TV-TV takut banget solanya mereka kental banget sama yang berbau magis

    BalasHapus
  13. Keren ih bisa kesini, mengulik kayanya suku dan budaya Indonesua.. Syuka.

    BalasHapus
  14. Bagus ni chot menenal suku pedalama dan masyarakatnya. Jarang kan yach orang tau tentang suku di Indonesia sendiri.

    BalasHapus
  15. Kayak Suku Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka juga terbagi dua. Suku Kajang Dalam dan Suku Kajang Luar. Mereka juga pakai pakaian hitam-hitam.

    BalasHapus
  16. Kalau ingat baduy ingat madu dan ingat para bapak-bapak yang berjalan jauh tanpa alas kaki. Dulu waktu masih kuliah sering berpapasan dengan beberapa suku baduy di sekitaran Depok.

    BalasHapus
  17. Salah satu destinasi impianku yang sampe sekarang belum kesampaian niih...

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomen ria disini