SALAH JALUR TREKKING DI PULAU PADAR - PULAU DENGAN TUJUH MATAHARI

13 Comments


pulau padar
Pulau padar dari sisi tersembunyi

#PadaSuatuMasa adalah project terbaru saya tentang kisah perjalanan saya dimasa lalu dan masa depan yang akan saya bagi setiap hari Rabu dan Senin. Bagaimana saya mewujudkan nya dalam bahasa saya sendiri. Semoga menyenangkan—

Mendengar berita tentang Komodo yang menggigit wisatawan asing di Taman Nasional Komodo lalu, mengingatkan saya akan kisah perjalanan saya di Tahun 2015 yang lalu. Sudah cukup lama pastinya, tapi masih membekas di ruang hati saya hingga hari ini. Apalagi setelah teman saya bercerita tentang berita itu.

Tahun 2015 lalu saya memang tidak sempat menginjakkan kaki dan bertemu komodo langsung di Taman Nasional Komodo-Pulau Rinca, Lah kenapa? Karena saya lagi halangan di hari deras-derasnya, tentunya pula pembaca yang sudah menginjakkan kaki ke pulau itu paham. Ya benar, wanita yang lagi halangan disarankan tidak masuk ke area itu.

loh buaya- Pulau Rinca
Tak bisa lihat komodo langsung, mancing ikan juga bisa.hahaha

Nusa Tenggara Timur adalah awal perjalanan panjang saya dimulai, adalah awal sebuah kisah dirajut. Saya tidak akan cerita tentang wisatawan asing yang lagi sibuk sibuknya diberitakan, tidak akan menjelaskan apa itu komodo?. Kayaknya saya akan lebih seru menceritakan kisah perjalanan saya.

#PadaSuatuMasa yang pertama ini, saya akan bercerita tentang sebuah pulau yang saya kagumi dan hampir menelan hidup saya saat itu, dan 2 orang lainnya. Bagaimana bisa?

Pulau padar adalah salah satu pulau yang menjadi daya tarik wisatawan dan merupakan spot yang harus dikunjungi, termasuk saya dan 3 orang lainnya. Pulau tanpa penghuni dengan pesona bukit bukitnya dan kontur bercabangnya membuat menarik dan wajib, kudu, harus dikunjungi. Kita adalah salah satu team traveller kece kala itu yang bermimpi jauh-jauh hari untuk menginjakkan kaki kita di pulau dengan pesona khasnya, pulau dengan sejuta misteri dibaliknya.

Opan adalah saudara baru kita kala itu, kita menemukannya di dermaga penyewaan kapal tour di Labuan Bajo. Kenapa akhirnya kita bisa jadi saudara? Karena kita menyewa kapalnya selama 2 Hari 1 Malam untuk perjalanan mengelilingi Kepulauan Komodo, saat itu kita menyewa kapalnya dengan harga 2,5 juta rupiah. Oh ya nama opan hanyalah nama keren yang dia buat, percayalah nama aslinya gak sekeren nama panggilannya, wkwkwk.
kapal opan
Kapal yang kita gunakan untuk trip komodo

Opan dan si bungsu

Saya ingat betul, hari itu adalah hari kebahagiaan buat opan. Saat kita baru sampai dan bertanya mau tour komodo dan bertanya harga, Dia bilang “Saya sudah punya tamu kakak, tapi hanya sehari saja”. Setelah bernegoisasi panjang lebar dan opan bertanya ke kita “Tidak apakah kakak tidur dirumah saya?”, Rumah saya jelek kakak?’, Benar tidak apakah?”. Itu adalah pertanyaan opan yang di lemparkan ke kita, kepolosannya membuat saya merindukannya hari ini-ya benar, saat saya menuliskan ini. Oh ya, opan adalah warga asli dari perkampungan komodo di Manggarai Barat, Kenapa saya bilang hari kebahagiaan buat opan? Karena dia akan pulang kampung bersama kami, menemui keluarganya, istri beserta anaknya setelah 2 bulan tidak pulang.
pulau padar
Eksotiknya Pulau Padar

Saat hari kedua menuju pulau padar, betapa excited nya saya dan yang lainnya. Pulau dengan tujuh matahari ini akan menjadi kenyataan, dan lagi impian saya berada di depan mata.

Tak ada yang pernah salah dengan bermimpi, yang salah adalah ketika kamu takut untuk bermimpi”.
“kita sudah sampai kakak” ucapan opan membuyarkan lamunan kami semua.
Kemudian kita turun dan menunggu opan yang menepikan kapalnya. Hari ini dia menjadi pemandu kami di Pulau padar. Saat turun opan membawa tongkat kayu dengan 2 cabang, ini berfungsi untuk berjaga-jaga dari serangan komodo, kalau Bahasa kerennya opan disebur ranger.

pulau padar
trekking dengan trek baru

pulau padar dan kisahnya
masi semangat saat trekking

Antara bodoh dan polos, atau saking menyepelekan. Dari kita berempat, hanya 1 orang yang membawa air mineral dalam trekking yang hampir 2 jam dengan track yang lumayan menipu. Karena masih semangat, perjalanan di satu jam pertama gak berasa, santai dan menikmati. Makin lama track lumayan gak selow, dan lucunya jalur ini baru dan belum ada jejak manusia sekalipun. Sampai beberapa kali saya bertanya, “Opan masih lamakah?”Jawabannya, sebentar lagi. Tapi tak kunjung sampai. Apalagi disepanjang perjalanan ke atas padar, Opan bercerita kalau pulau padar ini adalah tempat pembuangan komodo yang jahat dari pulau Rinca, yang suka gigit orang lah, dan disinilah tempat berkumpulnya. Perjalanan yang awalnya santai jadi deg-degan karena cerita opan, jadi setiap kali ada rumput dan pohon yang bergoyang saya langsung negative thingking. Perjalanan yang kata opan membutuhkan waktu hanya 1 jam, ternyata lebih dari perkiraan. Ha ha ha, kalau diinget inget suka ketawa sendiri.

Setelah sampai diatas, lelahnya tracking terbayar sudah dengan view yang menakjubkan, pesona nya, landscape yang aduhai. Nikmat mana lagi dari semesta yang tak Tuhan beri, apalagi untuk gadis yang saat itu lagi mau berjuang dengan skripsi nya. Saat itu, Padar adalah hadiah terbaik yang saya beri untuk diri saya sendiri.

pulau padar
view pulau padar walau salah spot, wkwkwk
(jadi kalau dikalangan selebgram,spot yang benar adalah dibelakang foto ini paling ujung)

Setelah asik berfoto-foto, turunlah kita satu persatu. Perjalanan masih panjang karena turun dengan jalur yang berbeda lagi, opan bilang cari jalur cepat tapi ntah kenapa dia jalan dengan cepat dan hampir meninggalkan kita. Saat itu air mineral tinggal setengah botol, alangkah merasa bodohnya saya tidak membawa air mineral sendiri. Merasa bodoh dari kita berempat, cuman 1 orang yang punya niat bawa air mineral. Hu hu hu, bisa dibayangkan kita lagi berada di pulau dengan 7 matahari nya, berarti sangat panas dan berada pas diatas kepala.

Saat perjalanan turun, kita kehilangan opan karena dia jalan terlalu cepat dan kita sudah terlalu lelah karena kekurangan air. Track juga kita buta, membaca track yang opan lewati sangat abu-abu saat itu, karena bukan track biasa yang dilalui wisatawan kebanyakan. Mengingat cerita opan tentang komodo liar membuat saya semakin menjadi-jadi, segala ilalang yang bergerak membuat saya kaget. Kaget kalau tiba tiba muncul kepala komodo dan menerkam saya sebenarnya.

masi jauh lagi turun nya?
Ketika air benar-benar tinggal dibawah rata-rata botol, disitulah saya menangis. Berkata bahwa saya tidak kuat lagi, duduk dibawah pohon yang rindang sambil menangis dan bertanya 
“Masih jauhkah lagi pantai”.
”Mana Pantai?”. Tangis terisak dengan segala ketakutan membuat saya merasa, ini akhir hidup saya. Mati karena kehausan, dehidrasi dan ketakutan sebenarnya adalah hal konyol yang saya buat sendiri, disitulah saya mulai menghargai air.Dehidrasi tidak pernah lucu ketika kamu dalam perjalanan jauh. Melihat saya menangis, dua orang lainnya berniat mengendong saya sampai keluar dan bertemu pantai, saya tak pernah sejahat itu. Bukan saya saja yang lelah dan haus, bukan saya saja yang pucat dan capek, tapi mereka juga. Akhirnya dengan tenaga terakhir saya, saya berdiri dan kemudian memandu jalan sambil berjalan dan bernyanyi-nyanyi. Sempoyongan memang, tapi saya percaya selagi ada semangat pastinya selalu ada jalan.

panorama pulau padar dari sisi tersembunyi
panorama pulau padar dari sisi tersembunyi

Hingga akhirnya saya menemukan pasir putih dan berlari, dan berteriak “AIR..AIR”, dan dilemparlah ari mineral dari kapal ke laut dan saya menggapainya dengan berenang. 
Dan tau apa? Si opan cuman tertawa tak bersalah. Mak lampir diatas kapal sambil bertanya “Kenapa kalian?,” Pucat amat?”. Saya dengan emosi setelah menghabiskan 2 botol air mineral dalam hitungan detik (lebay) bercerita akhir hidup kita diujung sana. Mereka hanya tertawa, dan disitulah saya tau bagaimana rasa dehidrasi parah dan betapa pentingnya air dalam kehidupan.

Kelar perjalanan kita melihat-lihat hasil foto dan membandingkan dengan selebgram yang memposting foto di Pulau padar, dan ternyata kontur foto selebgram dengan foto hasil kita mempunyai kontur yang berbeda. Kontur padar yang booming di ranah media social adalah kontur dengan 3 cabang, sedangkan kita hanya kontur 2 cabang. Dan akhirnya kita memperhatikan jelas dan menyadari kalau kita salah rute. Wkwkkwk, kita hanya tertawa dan menyumpahi si opan yang polos banget. Pas kesini teh lina gak salah jalur kan?

Sampai pada suatu ketika saya sudah berada di Batam, dan Opan menelfon sambil berkata 
“Kakak, kapan kah kesini lagi?”, 
“Saya sudah tau jalan pulau padar yang benar ini kakak”. 
Itulah pertanyaan dengan jawaban ter-absurd opan dan menjadi kenangan saya sepanjang masa. Lucu rasanya dan ngakak, kadang mikir-KOK BISA.


sailing trip komodo
sudahkah kamu bercerita tentang #padasuatumasa mu ?



You may also like

13 komentar:

  1. Pengalaman yg sungguh menguras perasaan dan tenaga, penulisnya tentunya.

    Tulisan yg menarik.

    BalasHapus
  2. Pengalaman yg sungguh menguras perasaan dan tenaga, penulisnya tentunya.

    Tulisan yg menarik.

    BalasHapus
  3. Duh kerennn banget yah tempatnya, semoga bisa maen kesini juga entar

    BalasHapus
  4. 😂😂😂 moment yg tak akan pernah lupa

    BalasHapus
  5. Wakakak. Pantesan waktu lihat fotonya di facebook kok beda dengan para selebgram itu. Waktu ke Komodo aku nggak ke Pulau Padar Chot, karena ambil ke Gili Lawa dulu lalu kata orang kapalnya kalau ke Padar jauh dan gak terkejar lagi waktunya. Ya sutralah.

    BalasHapus
  6. kalau fotonya beda spot malah keren, anti mainstream ya Choty. Alhamdulillah, semua selamat dan Opan akhirnya tahu jaklr yang benar jadi turis selanjutnya ga dibawa nyasar lagi.

    BalasHapus
  7. Liat postingan ini langsung inget videomu yang nyanyi2 itu Chot :D

    BalasHapus
  8. Pengalaman tersesat adalah guru yang membuatmu mencari jalan kebenaran chot. WKWKWKWK

    BalasHapus
  9. Pengalaman tersesat adalah guru yang membuatmu mencari jalan kebenaran chot. WKWKWKWK

    BalasHapus
  10. Malah seru ini kaya gini.. Wkwkk..

    BalasHapus
  11. Tersesat memang bikin "mengasyikkan" dan tambah pengalaman, tapi kalau tersesat plus gak ada air minum rasanya memang "SAKIT". heehehe

    BalasHapus
  12. Drama banget sih chot... Kalau aku cuma dibohongin aja ama guide bilamg 20 menit sampe, nyatanya?

    BalasHapus
  13. Kece benerrrrr. Pengen ke sana. Insya Allah tahun ini.

    BalasHapus

Aychoty