Topi Toga menjadi Peci-Kebangaan saya,kami yang dikubur penguasa

0 Comments

Impian saya ketika akan menjadi mahasiwa
 5 tahun yang lalu perjuangan saya sebagai pelajar Putih Abu abu berakhir,
masa dimana dimulailah tahap hidup saya yang sebenarnya, "Apa tujuan mu selanjutnya chot ? mau kuliah dimana ?, salah satu temen bertanya, itu adalah pertanyaan yang biasa selevel ABeGe Abu-abu yang baru lulus.  "Setelah ini ya,(Sambil ketawa) Kerja aja si., itu ucapan standar untuk ABeGe kayak saya.
5 tahun yang lalu yang ada di benak saya sebelum lulus adalah melanjutkan jenjang sekolah yang lebih tinggi, Perguruan tinggi, tapi mimpi itu sempat dipupuskan oleh kedua orang tua saya. Saat dimana kondisi keuangan keluarga saya sangat sangat terpuruk, jangankan untuk biaya masuk kuliah, kehidupan aja kita mulai dari nol.
Setelah kejadian itu saya tidak pernah lagi bermimpi untuk melanjutkan yang namanya kuliah, atau hal hal lain berbau belajar..Saat itu mimpi saya terkubur,bermimpi memakai toga seperti di televisi , saat itu 5 tahun yang lalu.

Tuhan selalu merencanakan segala yang terbaik bagi hambanya, yang mau berjuang, yang mau berusaha..berdoa, berikhtiar
Hal yang selalu telintas saat saya mengumpulkan rupiah demi rupiah adalah
 "Bagaimana cara saya membuat orang tua saya bangga akan saya?
 "Bagaimana menjadikan uang ini bermanfaat dan ada hasilnya?,

Setahun kemudian saya kuliah,
Tuhan baik sama saya, sama siapa aja yang punya mimpi sih. mimpi saya saat itu sederhana
"Saya cuman mau memakai toga, berfoto di mini studio dengan di dampingi kedua orang tua saya yang tersenyum dan bangga dengan atribut yang saya gunakan ", cukup itu saja.

Setiap hari saya bekerja hanya untuk 1 alasan, kuliah, menjadi Sarjana Ekonomi, menjadi kebangaan keluarga, sederhana.
Sampai akhirnya titik dimana saya lelah, saya letih, saya bosan.tapi mempunyai teman teman yang menguatkan adalah power saya, 

Setelah Yudisium S.E

The Power of best friends


 Kata kata power buat saya:
1. kalau mau berhenti kapan lulusnya?
2. Udah sejengkal, masa di sia siain.
3. Udah kerja mati matian cari uang, trus gak ada hasilnya?
4. Katanya mau banggain orang tua.
5. Kita masuk bareng bareng kelar harus bareng juga dong.
6. Katanya mau foto wisuda bareng bareng

itu beberapa kata yang selalu menjadi titik power saya, sampai akhirnya setelah kita yudisium dan " PECI " hadir. Pihak yayasan mengeluarkan kebijakan baru untuk atribut wisuda menggunakan PECI, semua mahasiswa memberontak, menolak kebijakan yang dibuat tanpa adanya persetujuan dari kami Mahasiswa, yang membayar.

Penolakan Atribut Toga menjadi Peci

Kami tidak butuh peci



"DIMANA HATI NURANI KALIAN WAHAI PENGUASA"

Peci yang akan digunakan sebagai atribut baru di Universitas Batam

4 tahun saya mempertaruhkan waktu saya untuk ceremonial wisuda, tapi kalian rebut dengan memaksakan atribut yang kalian buat. ini TOGA pertama saya,kami dan teman teman mahasiswa, Toga Sarjana yang saya impikan diawal saya dan calon wisudawan, wisudawati bergabung menjadi mahasiswa...tapi kebahagiaan kami direnggut, kebangaan  kami di renggut oleh penguasa penguasa yang sengaja menutup telinga curahan kami.

Penolakan akan atribut Peci, Kita butuh topi Toga


"makna bentuk persegi pada topi toga?  
Well, sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jangan sampai status sudah sarjana tapi pikirannya masih sempit"

KUNCIR LAMBANG OTAK
Dipuncak acara wisuda, kita mungkin bertanya-tanya, kenapa ya kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan?

Kuncir tali toga yang semula berada dikiri, ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yang digunakan semasa kuliah. Nah, dengan dipindah kekanan, maksudnya agar para sarjana tidak hanya menggunakan otak kirinya saja setelah lulus, namun juga otak kanan yang berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, dan inovasi.

Filosofi lainnya ialah kuncir tali di topi toga melambangkan tali pita pembatas buku. Dengan pindah tali, diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya ilmunya tidak stagnasi. Jangan mentang-mentang sudah sarjana, tidak lantas berhenti untuk belajar.



harapan

Foto Wisudawati yang menggunakan toga (Photo wisuda tahun 2014)

Saya pernah berharap memakai atribut topi itu:(

Tidakkah Kalian penguasa UNIVERSITAS BATAM tau filosopi topi toga itu?, jangan renggut kebangaan kami di depan orang tua kami dengan pilihan kalian. kami cuman minta 1 saja, wisudakan kami menggunakan Toga bukan Peci.


hikss,


You may also like

Tidak ada komentar:

Aychoty